Ekstrak Seledri (Apium Graveolens)
Seledri (Apium graveolens) bukan sekadar sayuran pelengkap masakan. Tanaman ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu mengatasi hipertensi. Kandungan senyawa bioaktifnya, terutama phthalides dan apigenin, terbukti memiliki efek antihipertensi melalui beberapa mekanisme.
Apium Graveolens
Ekstrak Seledri- Phthalides — Membantu melemaskan otot polos dinding arteri sehingga pembuluh darah lebih rileks dan tekanan menurun.
- Apigenin — Berfungsi sebagai beta blocker alami yang mencegah penyempitan pembuluh darah.
- Efek diuretik alami — Membantu membuang kelebihan natrium dan air melalui urine.
- Menghambat kanal kalsium — Membantu pembuluh darah lebih rileks dan darah lebih mudah beredar.
Berdasarkan tinjauan ilmiah yang dipublikasikan di European Journal of Preventive Cardiology, seledri terbukti meningkatkan parameter tekanan darah pada studi hewan dan manusia. Mekanisme utama yang terlibat adalah vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah), efek diuretik, dan pemblokiran kanal kalsium.
Ekstrak Kumis Kucing (Orthosiphon Aristatus)
Kumis kucing (Orthosiphon aristatus) atau yang dikenal sebagai Java tea adalah tanaman obat yang telah digunakan secara turun-temurun di Indonesia untuk mengatasi berbagai keluhan saluran kemih, diabetes, dan hipertensi. Kandungan senyawa aktif utamanya, sinensetin dan flavonoid, memberikan efek antihipertensi melalui mekanisme diuretik dan vasodilatasi.
Orthosiphon Aristatus
Ekstrak Kumis Kucing- Sinensetin — Flavonoid utama dengan aktivitas antioksidan dan diuretik yang kuat.
- Efek diuretik — Menghambat reabsorpsi air dan mineral di tubulus ginjal, sehingga ekskresi urine meningkat dan volume plasma berkurang.
- Vasodilatasi — Membantu relaksasi pembuluh darah sehingga tekanan darah menurun.
- Glikosida ortosifonin — Senyawa aktif yang berkontribusi pada khasiat antihipertensi dan antidiabetes.
Studi literatur yang melibatkan 24 orang penderita hipertensi menunjukkan bahwa konsumsi air rebusan daun kumis kucing selama 7 hari menghasilkan penurunan tekanan darah yang signifikan pada kelompok perlakuan dibandingkan kelompok kontrol. Uji toksisitas juga menunjukkan bahwa kumis kucing aman dikonsumsi hingga dosis 3.500 mg/hari, dan toksisitas kronis hingga 6.000 mg/kg BB selama 3 bulan tidak menunjukkan kelainan pada organ penting.
Sinergi Seledri dan Kumis Kucing
Kekuatan Altensia terletak pada sinergi kedua bahan herbal ini. Seledri bekerja terutama melalui mekanisme vasodilatasi dan penghambatan kanal kalsium, sementara kumis kucing unggul dalam efek diuretik dan pengurangan volume plasma. Ketika dikombinasikan, keduanya saling melengkapi:
- Seledri membantu melebarkan pembuluh darah dan mencegah penyempitan.
- Kumis kucing membantu membuang kelebihan natrium dan air yang berkontribusi pada tekanan darah tinggi.
- Hasil sinergis: Tekanan darah diturunkan melalui dua jalur sekaligus — pengurangan volume dan pelebaran pembuluh — sehingga efeknya lebih menyeluruh dibandingkan hanya mengandalkan satu bahan saja.
📌 Catatan: Kombinasi seledri dan kumis kucing dalam Altensia menggunakan ekstrak terstandar dengan konsentrasi aktif yang konsisten di setiap kapsul. Untuk memahami cara kerja Altensia secara keseluruhan, baca artikel Altensia Obat Apa? Fungsi, Manfaat, dan Kandungannya.
Dapatkan Altensia Herbal Asli
Formula sinergis seledri + kumis kucing, BPOM TR263016511